Fazlur Rahman (1919 M- 1988 M) dikenal dalam islamic studies sebagai tokoh
intelektual Islam modernis yang tergolong brilliant. Sebagai tokoh intelektual Islam,
Fazlur Rahman tidak menutup mata terhadap tantangan kehidupan modern
yang penuh dengan permasalahan.
Berdasarkan keadaan ini nampaknya membuat Fazlur Rahman berpikir keras untuk menemukan
suatu metode yang mampu mengatasi problem yang
muncul dikalangan umat Islam.
Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah. Tampilkan semua postingan
Jumat, 12 Desember 2014
Senin, 08 Desember 2014
Tafsir Alquran surah An-Nisa ayat 34,35,128,129, dan 130 (Nusyuz, Syiqaq, dan Hakamain)
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Dalam mahligai
kehidupan rumah tangga tidak selamanya berjalan lurus, mulus bak air mengalir.
Pastilah ada sebuah kerikil-kerikil ataupun batu loncatan, seperti beda
pendapat ataupun kesalahpahaman. Ada beberapa permasalahan yang mungkin terjadi
dalam pernikahan seperti nusyuz dan syiqaq. Berkaitan dengan
dengan permasalahan-permasalah tersebut Allah Swt memberi petunjuk kepada hamba-hambanya untuk mengatasi
permasalahan-permasalahannya. hal ini dapat dilihat dalam surah An-Nisa ayat
34,35,128,129, dan 130.
Kamis, 13 November 2014
Tafsir QS. An-Nisa Ayat 58 dan Al-Maidah Ayat 42 "Berlaku Adil Dalam memutuskan Hukuman"
Pemahaman adil dalam menghukumi ini tentunya memerlukan pentafsiran
yang valid, karena batasan adil sendiri masih sangat umum dan terdapat banyak
versi. Hanya dengan meneliti tafsir ahkam bagi ayat-ayat tentang adil saja yang
dapat menghasilkan konsep menghukumi dengan adil dalam Islam.
Senin, 10 November 2014
Fikih Siyasah dan Jinayah "PEMIKIRAN KETATANEGARAAN DALAM ISLAM MENURUT JAMALUDDIN AL-AFGHANI DAN AL-MAUDUDI"
A. Jamaluddin Al-Afghani
Jamaluddin Al-Afghani lahir di As’adabad, dekat Kanar di Distrik
Kabul, Afghanistan tahun 1839 dan meninggal di Istanbul tahun 1897. Tetapi
penelitian para sarjana menunjukkan bahawa ia sebenarnya lahir di kota yang
bernama sama (As’adabad) tetapi bukan di Afghanistan, melainkan di Iran. Ini
menyebabkan banyak orang, khususnya mereka di Iran lebih suka menyebut pemikir
pejuang muslim modernis itu Al-As’adabi, bukan Al-Afghani, walaupun dunia telah
terlanjur mengenalnya sebagaimana dikehendaki oleh yang bersangkutan sendiri,
dengan sebutan Al-Afghani.
Fikih Siyasah Dan Jinayah "Pengertian Jarimah, Jenis dan Sanksinya
Nama: Hasan Qosim
Nim : 1202110397
Tugas: Fikih Siyasah & Jinayah
Dosen : Drs. Surya Sukti, M.A
PENGERTIAN JARIMAH, JENIS dan
SANKSINYA
A. Pengertian
Jarimah
Jarimah atau tindak pidana disefinisikan oleh
Imam Al-Mawardi sebagai berikut:
Ù…َظْرُÙˆْرَاتٌ Ø´َرْعِÙŠَّØ©ٌ
زَجَرَ اللهُ عَÙ†ْÙ‡َا بِØَدٍّ اَÙˆْ تَعْزِÙŠْرٍ
Artinya: “Segala larangan syara’ (melakukan
hal-hal yang dilarang atau meninggalkan hal-hal yang wajib dilakukan) yang di
ancam dengan hukuman had atau ta’zir.”
Senin, 29 September 2014
RINGKASAN MAWARIS UNTUK AHS SMT V
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Tulisan ini berawal dari kesulitan saya dalam
menghapal bagian-bagian yang didapat ahli waris ketika mengikuti perkuliahan
Fikih Mewaris I pada saat saya duduk di semester V IAIN Palangka Raya. Untuk itulah
saya buat ringkasan mewaris ini agar dapat memudahkan saya untuk menghapalnya. Semoga
dapat bermanfaat untuk saya khususnya dan teman-teman pada umumnya.
RINGKASAN MEWARIS AHS SMT V
Perhatian;
Sebelum membaca tabel di bawah ada baiknya
teman-teman membaca cara penggunaannya. Untuk cara menggunakannya, coba
teman-teman perhatikan pada kolom pertama. Di sana terlulis Anak Pr kan? nah, cara
membacanya begini. “Anak pr jika ada anak lk2 ia menjadi Ashabah bil Ghair
(ABG), jika berdua atau lebih ia mendapat bagian 2/3, dan jika ia sendiri +
tidak ada anak lk2, maka ia mendapat bagian 1/2,” dan seterusnya.
Anak (pr)
|
Anak (lk)
|
Berdua/lebih
|
sendiri
|
Ashabah Bil Ghair (ABG)
|
2/3
|
1/2
|
Cucu (Pr)
|
Anak (lk)
|
Cucu (lk)
|
2 anak (pr)/Lebih
|
1 anak (pr)
|
Berdua/lebih
|
sendiri
|
Mahjub
|
ABG
|
Mahjub
|
1/6
|
2/3
|
1/2
|
Sdr (pr) kandung[1]
|
Anak (lk), Cucu (lk), ayah
|
Sdr (lk)
|
Anak (pr), Cucu (pr)
|
Berdua/ lebih
|
Sendiri
|
Mahjub
|
ABG
|
AMG[2]
|
2/3
|
1/2
|
Sdr (pr)
seayah
|
Anak (lk,
Cucu (lk), ayah/,
sdr (lk) kdg
|
sdr (pr) kdg yg mjd Asb, 2 sdr (pr) kdg/
lebih
|
Sdr (lk) seayah
|
Anak
(pr),
Cucu (pr)
|
1 orang Saudara
(pr)
Kandung
|
Bedua/
Lebih
|
Sendiri
|
Mahjub
|
Mahjub
|
ABG
|
AMG
|
1/6
|
2/3
|
1/2
|
Sdr (pr) seibu/
Sdr (lk) seibu
|
Anak (lk), Cucu (lk), anak (pr), Cucu (pr), ayah, kakek
|
Berdua/lebih
|
Sendiri
|
Mahjub
|
1/3
|
1/6
|
Suami
|
Anak (lk)/Cucu (lk)/anak (pr)/Cucu (pr)
|
-
|
1/4
|
1/2
|
|
Isteri
|
1/8
|
1/4
|
Kakek
|
Ayah
|
Anak lk,
Cucu lk
|
Anak Pr,
Cucu Pr,
|
-
|
1/6
|
1/6 + Ashabah
|
Ashabah
|
||
Mahjub
|
1/6
|
1/6 + Ashabah
|
Ashabah
|
Ibu[3]
|
Anak (lk)/Cucu (lk)/anak (pr)/Cucu (pr)
|
-
|
1/6
|
1/3
|
Nenek[4]
|
Ibu/ ayah
|
-
|
Mahjub
|
1/6
|
Susunan Asabah Bi Nafsih (ABN)
1.
anak
|
2.
cucu
|
3.
ayah
|
4.
kakek
|
5.
sdr (lk)
kdg
|
6.
sdr (lk)
seayah
|
7.
anak
sdr (lk)
kandung
|
8.
anak
sdr (lk) seayah
|
9.
paman
kandung
|
10.
pamn
seayah
|
11.
anak
pam an
kandung
|
12.
anak
paman
seayah
|
13.
Mu’tiq
(Og yg m’merdekkan budak)
|
14. Mu’tiqah
(Og yg mmerdekkan budak)
|
[1]Untuk saudara pr kandung sebenarnya masih ada pembahasan Musyarakah, namun
tidak dibahas pada semester ini.
[3]Pembahasan ibu ini sebenarnya tidak hanya sebatas yang telah disebutkan.
Masih ada pembahasan lain, namun untuk kita (fikih mawaris I) cukup mengetahui
yang telah disebutkan.
[4]Jika nenek itu ibu dari ayah, maka ia mahjub (terdinding) oleh ibu dan ayah. Namun jika nekek itu ibu dari
ibu maka ia mahjub oleh ibu saja.
Langganan:
Postingan (Atom)


